Pengalaman Pribadi Masa Sekolah Dasar (SD)

“Terus berkaraya, untuk kemanfaatan bersama, menuju cita yang mulia”.

Perkenalan

Hallo sobat baca, selamat datang di Javalaku. Perkenalkan, namaku Sindunesia, biasa dipangil Sindu. Aku lahir di Korea, alias kota reog asli yang merupakan sebutan kekinian daripada kota kecil Ponorogo.

Kali ini aku akan sedikit berbagi kisah tentang pengalaman pribadi waktu aku masih belajar di sekolah tingkat dasar (SD).

Baik teman-teman, langsung saja simak bagaimana kisah ceritanya di bawah ini ya.

Pengalaman Pertama Masuk SD

pengalaman sekolah dasar

Sampai pada waktunya bahwa usiaku kala itu diantara 6 menginjak 7 tahun yang mana mengharuskan diriku masuk ke pendidikan sekolah dasar.

Karena SD adalah awal pendidikan dasar untuk belajar ilmu pengetahuan umum selepas lulus dari pendidikan Taman Kanak (TK), yang mana itu merupakan anjuran bahkan kewajiban dari Pemerintah Republik Indonesia.

Dari sinilah setelah usai menempuh pendidikan Taman Kanak diriku kembali beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang baru.

Ya, ini merupakan hal pertama ketika aku akan mengenal dunia Sekolah Dasar yang membuat diriku penasaran dan timbulnya pertanyaan-pertanyaan bagaimana keadaan dalam lingkungan Sekolah Dasar nantinya.

Sebelum awal masuk sekolah tentunya mendaftarkan diri dengan berbagai adsministrasi dan persyaratan lainya yang waktu itu aku diantar oleh Ayah, sekalian ke sekolah agar bisa melihat – lihat akan suasana sekolah.

Berbagai persiapan dan perlengkapan pun akhirnya sudah terpenuhi dan tinggal menunggu saja waktu dan tanggalnya untuk masuk hari pertama memulai pembelajaran baru dalam sekolah baru dengan suasana baru juga tentunya.

Terhitung kurang lebih 3 minggu setelah pendaftaran akhirnya sampailah pada waktu dimana waktu itu ialah hari pertama masuk ke sekolah baru di sekolah dasar di SD Negeri 03 Temon namanya.

Pertama kalinya mengenakan seragam baru merah putih dengan bangga dan senang gembira serta semangat aku bergegas memulai aktifitas ke sekolah baru.

Hari itu hari senin tepatnya. Seperti pada umumnya, awal masuk sekolah dan kelas baru setelah liburan, atau baru pertamakali masuk sekolah,  dimulailah hari senin.  Pagi hari selesai persiapkan bekal, berangkatlah diriku ke sekolah bersama teman dan kakak kelas.

Perjalanan Menuju Sekolah

SD-BERANGKAT-SEKOLAH

Perjalananku dari rumah menuju tempat sekolah bisa dibilang jauh atau tidak dekat karena lokasi rumah, lokasi sekolah, lokasi Desa, sampai Kecamatan semuanya berada di pegunungan yang berbukit, atau bisa disebut desanya desa daripada kota Ponorogo.

Jalan sekitar yang setiap hari ku lalui masih berupa tanah bebatuan yang mana waktu diriku Sekolah Dasar dulu masih belum maksimalnya pembangunan khususnya jalan yang masuk ke Desa dan mayortas kondisi jalan seperti itu semua.

Maklum ya desanya desa jauh nan susah dari jangkaun pemerintahan pusat. hihi

Akan tetepi dengan keadaan yang demikian tidak mengurangi rasa semangat ku dan teman untuk berangkat belajar menuntut ilmu disetiap harinya walaupun hanya dengan berjalan kaki.

Karena keadaan yang memaksa seperti harus jalan kaki tiap hari karena tanpa adanya kendaraan untuk dinaiki, medannya pun yang sungguh ngeri dengan akses jalan tanah penuh bebatuan. Jadi perjalanan ke sekolah ini menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Perjalanan Pulang Sekolah

ANAK-SD-NAIK-GUNUNG

Menyinggung masalah perjalanan ke sekolah ada satu peristiwa yang mengesankan pada diriku hingga saat ini, peristiwa itu ialah ketika diriku pulang sekolah bersama teman-teman kemudia di tengah-tengah perjalanan kami bertemu dengan seseorang yang sebelumnya belom pernah kami kenal.

Kemudian pelan kami berjalan mau melewati seseorang yang dengan posisi duduk di depan arah kami berjalan pulang, sembari kulihat dan berkata dalam hatiku “siapa orang ini kok penampilanya aneh sekali dan tidak sewajarnya ia duduk ditengah jalan seperti ini”.

Dengan rasa takut dan was–was, aku dan teman–teman memberanikan diri terus berjalan melewati orang tersebut. Terus melangkah dengan ucap sapa padanya, yang dalam bahasa jawanya itu “monggo,, nyuwun sewu nderek langkung mbah”.

Dengan sapaan yang kami ucapkan menolehlah seorang tadi menatap kami dengan wajah seram, gahar, yang mengerikan sekali, serasa melihat hantu begitu pokoknya serem banget oyy.

Dengan bergejolak muncul perasaan ku yang ketakutan serentak diriku dan teman–teman berteriak “auwwwa orang gilaa”. Sepontan sudah seorang tersebut berdiri lalu mengejar kami dengan mengambil batang pohon.”Lariii ucapku bersama teman–teman”.

Terbirit–birit kencang kejar kejaran dengan orang gila tersebut tidak kurang hingga sepuluh menit lamanya. Syukur Alhamdulillah kupanjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas bantuan dan karunianya sehingga diriku dan teman–teman bisa selamat dan berhasil kabur dari kejaran orang gila tadi.

Ketemu Ular di Jalan

GAMBAR-ANAK-SD

Lain hari masih dalam sepekan dengan peristiwa bertemu orang gila, kembali teringat suatu peristiwa yang sangat sangat mengenang dalam perjalanan sekolah.

Hari itu masih ku inggat yaitu pada hari kamis tepatnya. Seperti biasa setelah pukul 13.00 WIB dan bunyi bel besi yang dipukul oleh pak kebun “ teng teng teng teng teng” sebanyak lima kali pukulan ini adalah pertanda bahwa pembelajaran pada hari itu telah usai, dan waktunya untuk pulang.

Kali ini aku dan teman–teman pulang lewat jalan yang berbeda daripada jalan kemarin yg kami lewati ketika berjumpa dengan orang yang menyeramkan itu orang gila maksudnya.

Karena musim panas dalam keadaan kemarau kami suka mencari jalan yang sejuk, rindang, dan banyak pohon di sepanjang dan sekeliling jalan yang akan kami lalui untuk berjalan pulang. Biasa kami kala capek berjalan istirahaat sejenak dibawah pepohonan.

Alasan memilih jalan yang yang sedemikian itu agar panas dari cahaya mentari yang silau menyengat apabila nmengenai badan kami bisa tidak begitu terasa karena terhalau oleh dedaunan pohon yang rindang. Itung–itung hemat tenaga kan, hehe.

Dengan kompak semangat diriku dan teman–teman berjalan naik turun perbukitan dibawah terik matahari, setengah perjalanan telah sampailah kami pada jalan yang penuh dengan pepohonan, yahh  sedikit lega rasanya setelah kepanasan akhirnya sampai juga di tempat yang teduh.

Istirahaat di Bawah Pohon

Demi melepas lelah dan dahaga kami mencoba beristirahat di bawah pohon beringin yang tinggi besar dan rimbun daunya sambil minum dinginya air mineral yang luar biasa menyegarkan rasanya.

Sembari istirahaat kami selingi dengan obrolan, candaan, serta tawa tak bermakna “hhha” sambil saling lempar ranting dedaunan begitu, maklum aja kala masa SD sih sukanya iseng jail gitu.

Tak disangka tanpa sadar karena keasyikan bermain sampai lupa tempat kalau itu di jalan tepi hutan. Sontak sempat kaget ketika kami saling lempar daun dan ranting satu sama lain. Na’as, apa coba yang aku pegang? dan apa yang terjadi??

Ngeri terjingkat– jingkat ternyata aku sedang memegang ular “oyy” , rasanya kaget banget teman-teman. Awalnya dari tertawa riang gembira berubah kaget menderita. Kalau ke inget sih pengenya nangis dan juga ketawa.

Kejadian itu sempat membuat kaget trauma sampai beberapa hari, yang secara langsung membuat diriku phobia ular selama sebulan. Ya memang suka duka sekolah di desa kala itu memang sangat mengesankan dan menyenangkan hingga banyak mengukir kenangan.

Akhir Kata

Oke, sekian teman–teman sebagian kisah pengalamanku semasa SD, apabila ada salah kata boleh dimaafkan ya, nantikan kisah selanjutnya hanya di javalaku.com.

Tetap semangat gapai cita-cita, terimakasih dan sampai jumpa pada artikel- artikel berikutnya.

Default image
javalaku
Javalaku, situs informatif dunia officially diposting oleh Admin Javalaku.com

Leave a Reply